Assalamualaikum. wr. wb.
salam TPS gocap! perkenalkan nama saya laksmi dyah mayang, nama panggilan saya Mayang, asal saya dari banjarnegara jawatengan, saya saat ini adalah taruni remaja di sekolah tinggi perikanan di program pendidikan teknologi pengelolaan sumberdaya peraiaran. saya masih jadi tingkat satu di Sekolah Tinggi Perikanan, yang bisa di sebut tingkat paling bawah di antara semua mahasiswa di sini. emmm saya suka makan bakso, ikan, mie ayam, udang, gorengan lalu saya juga suka makan di loligo dan konosirus (restoran mewah anak STP) tapi tanpa di bentak-bentak, tanpa di tambah nasi banyak, tanpa di campur air minum, tanpa di cepet-cepetin dan tanpa ada poltir atau kakak-kakak tercinta di belakang saya :). saya suka menulis dan membaca buku, banyak cerita yang pernah saya baca, cerita favorit saya adalah cerita timun mas dan aladin. saya berharap suatu hari ada seorang yang memberi saya nautilus hidup yang berukuran 20 cm. sekian perkenalan dari saya jangan terlalu panjang nanti jadi nggak asik. terimakasih :)
sekarang saya mau nulis cerita saya berada di STP, bagi yang belum tau apa itu STP lebih baik baca tulisan saya ya, check it out!
Part 1. Catar-Catir Lari!
semua cerita ada awalnya, ini awal ku menjadi Taruni di STP, ya catar-catir (calon taruna-calon taruni). sebelum kami resmi menjadi taruna STP kami sudah melalui beberapa rintangan terlebih dahulu, yaitu seleksi masuk STP. seleksinya ribet ada seleksi akademik yaitu seleksi pelajaran-pelajarn SMA yang terdiri dari matematika, bahasa Inggris, kimia, biologi dan fisika. setelah di nyatakan lolos di seleksi pertama ada seleksi ke dua yang terdiri dari psikotes, tes fisik, tes kesehatan dan wawancara. setelah semuanya melegakan karena di nyatakan lolos seleksi ke dua, bukan hal yang lebih mudah yang kita hadapi tapi perjuangan penuh kerempongan, keringat dan rasa-rasa aneh menyebalkan lain nya. itu kita alami saat awal masuk di STP. mengerikan kalau di ingat. aku nggak mau mengalaminya lagi
kita di panggil catar-catir saat masuk di STP, dengan kemaja putih, rok polos, sepatu pantofel dan dasi hitam. lalu barang-barang yang kita bawa. dengan tangan kanan tangan kiri membawa barang-barang perlengkapan dengan di tenteng karena di sana tidak di perbolehkan menarik koper. di belakang ada Ibu yang menemani dan sesekali menanyakan apakah aku perlu bantuan atau aku baik-baik saja membawa barang-barang sebanyak itu. "aku baik-baik saja bu, aku kuat" itu kata-kata terakhir ku sebelum aku berpisah dengan Ibu ku. aku tau Ibu ku berdoa untuk ku dalam diam nya sambil melihat aku, salah satu anaknya yang wajahnya berseri-seri akan mendapat pelajaran dan pengalam baru di salah satu sekolah kedinasan STP.
waktu begitu cepat, saatnya berpisah dengan handphone, dengan dunia luar, dengan keluarga ku, dan semua duniaku yang dulu. ada satu hal lagi yang membuat hati ku hancur sehancur-hancurnya saat aku harus meninggalkan handphone ku, ada satu informasi yang membuatku tidak habis pikir dan tidak terkira bagaimana informasi itu membuat hati ku hancur remuk redam tak berupa menyalur pada wajahku menjadi tidak karuan pula.
perpisahan dengan semuanya, perpisahan dengan Ibu ku dan masuk asrama taruna-taruna STP. kami di sambut dengan kakak-kakak senior yang sudah berada di dalam kawasan asrama, di nyanyikan lagu STP beraksi dengan teriakan-terikan selamat datang yang membuat semua catar-catir terdiam tak berkutik. "tempat apa ini?" satu pertanyaan yang ada dalam otak ku "apa yang mereka lakukan?" pertanyaan ke dua dalam otak. kami di kumpulkan, di bagi tempat minum dan alat makan, lalu kita masuk asrama taruni di bagikan kamar masing-masing, teman kamar pertama adalah viranda, musfira, anisa, mitha.
catar-catir! dan untuk kemana-mana kita harus bareng dengan kelompok dan kita semua harus lari. catar-catir lari! itu kata yang sering di ucapkan
salam TPS gocap! perkenalkan nama saya laksmi dyah mayang, nama panggilan saya Mayang, asal saya dari banjarnegara jawatengan, saya saat ini adalah taruni remaja di sekolah tinggi perikanan di program pendidikan teknologi pengelolaan sumberdaya peraiaran. saya masih jadi tingkat satu di Sekolah Tinggi Perikanan, yang bisa di sebut tingkat paling bawah di antara semua mahasiswa di sini. emmm saya suka makan bakso, ikan, mie ayam, udang, gorengan lalu saya juga suka makan di loligo dan konosirus (restoran mewah anak STP) tapi tanpa di bentak-bentak, tanpa di tambah nasi banyak, tanpa di campur air minum, tanpa di cepet-cepetin dan tanpa ada poltir atau kakak-kakak tercinta di belakang saya :). saya suka menulis dan membaca buku, banyak cerita yang pernah saya baca, cerita favorit saya adalah cerita timun mas dan aladin. saya berharap suatu hari ada seorang yang memberi saya nautilus hidup yang berukuran 20 cm. sekian perkenalan dari saya jangan terlalu panjang nanti jadi nggak asik. terimakasih :)
sekarang saya mau nulis cerita saya berada di STP, bagi yang belum tau apa itu STP lebih baik baca tulisan saya ya, check it out!
Part 1. Catar-Catir Lari!
semua cerita ada awalnya, ini awal ku menjadi Taruni di STP, ya catar-catir (calon taruna-calon taruni). sebelum kami resmi menjadi taruna STP kami sudah melalui beberapa rintangan terlebih dahulu, yaitu seleksi masuk STP. seleksinya ribet ada seleksi akademik yaitu seleksi pelajaran-pelajarn SMA yang terdiri dari matematika, bahasa Inggris, kimia, biologi dan fisika. setelah di nyatakan lolos di seleksi pertama ada seleksi ke dua yang terdiri dari psikotes, tes fisik, tes kesehatan dan wawancara. setelah semuanya melegakan karena di nyatakan lolos seleksi ke dua, bukan hal yang lebih mudah yang kita hadapi tapi perjuangan penuh kerempongan, keringat dan rasa-rasa aneh menyebalkan lain nya. itu kita alami saat awal masuk di STP. mengerikan kalau di ingat. aku nggak mau mengalaminya lagi
kita di panggil catar-catir saat masuk di STP, dengan kemaja putih, rok polos, sepatu pantofel dan dasi hitam. lalu barang-barang yang kita bawa. dengan tangan kanan tangan kiri membawa barang-barang perlengkapan dengan di tenteng karena di sana tidak di perbolehkan menarik koper. di belakang ada Ibu yang menemani dan sesekali menanyakan apakah aku perlu bantuan atau aku baik-baik saja membawa barang-barang sebanyak itu. "aku baik-baik saja bu, aku kuat" itu kata-kata terakhir ku sebelum aku berpisah dengan Ibu ku. aku tau Ibu ku berdoa untuk ku dalam diam nya sambil melihat aku, salah satu anaknya yang wajahnya berseri-seri akan mendapat pelajaran dan pengalam baru di salah satu sekolah kedinasan STP.
waktu begitu cepat, saatnya berpisah dengan handphone, dengan dunia luar, dengan keluarga ku, dan semua duniaku yang dulu. ada satu hal lagi yang membuat hati ku hancur sehancur-hancurnya saat aku harus meninggalkan handphone ku, ada satu informasi yang membuatku tidak habis pikir dan tidak terkira bagaimana informasi itu membuat hati ku hancur remuk redam tak berupa menyalur pada wajahku menjadi tidak karuan pula.
perpisahan dengan semuanya, perpisahan dengan Ibu ku dan masuk asrama taruna-taruna STP. kami di sambut dengan kakak-kakak senior yang sudah berada di dalam kawasan asrama, di nyanyikan lagu STP beraksi dengan teriakan-terikan selamat datang yang membuat semua catar-catir terdiam tak berkutik. "tempat apa ini?" satu pertanyaan yang ada dalam otak ku "apa yang mereka lakukan?" pertanyaan ke dua dalam otak. kami di kumpulkan, di bagi tempat minum dan alat makan, lalu kita masuk asrama taruni di bagikan kamar masing-masing, teman kamar pertama adalah viranda, musfira, anisa, mitha.
catar-catir! dan untuk kemana-mana kita harus bareng dengan kelompok dan kita semua harus lari. catar-catir lari! itu kata yang sering di ucapkan


